Senin, 23 Desember 2013
Shalat Sunnah Muakad
~*~ Shalat Sunnah Muakad ~*~
Inilah Shalat-shalat Sunat Muakad yang sangat dianjurkan oleh Islam:
Sebagai seorang Muslim, memang kita dituntut untuk melakukan banyak amalan-amalan sunat
sebagai bonus tambahan kepada amalan-amalan wajib
karena itu, terdapat beberapa solat sunat yang sangat dituntut untuk dilakukan (muakad)
Keberhasilan menunaikannya dengan konsisten, ikhlas, khusyuk dan tawadho'
dijanjikan dengan pahala dan fadhilat yang besar di sisi Allah
Diantara solat-solat sunat muakad, yang sangat dituntut untuk dilakukan setiap hari adalah:
1. Solat Sunat Rawatib (10 Rakaat)
Dari Ibnu Umar r.a. berkata,
"Aku menjaga 10 rakaat dari Nabi Muhammad SAW;
2 rakaat sebelum solat Zuhur,
2 rakaat sesudahnya,
2 rakaat sesudah solat Maghrib,
2 rakaat sesudah solat Isyak
dan 2 rakaat sebelum solat Subuh (solat sunat Fajar)"
(Riwayat Bukhari dan Muslim)
Aisyah r.a. dalam sebuah hadis menyatakan,
"Tidak ada nafilah (solat sunat) yang sangat dijaga pelaksanaannya oleh Rasulullah melebihi dua rakaat solat sebelum Fajar"
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ada ulama' yang mengatakan bahawa solat sunat Fajar
dan solat sunat Qabliyyah Subuh adalah solat yang sama,
namun ada juga yang berpendapat keduanya berbeda
Wallahu'alam
2. Solat Sunat Dhuha (2 Rakaat)
Daripada Abu Hurairah r.a., sabda Nabi SAW
"Telah berpesan kepadaku temanku (Rasulullah SAW) tiga macam pesan;
puasa 3 hari setiap bulan,
shalat Dhuha 2 rakaat
dan shalat witir sebelum tidur"
(HR. Bukhari dan Muslim)
Waktu mengerjakannya adalah ketika matahari sedang naik
(setelah matahari terbit hingga sebelum matahari tegak di atas kepala)
3. Solat Sunat Witir (1 Rakaat)
Sebuah hadis berbunyi
"Sesungguhnya Allah itu witir (ganjil), dan Dia menyukai witir
Maka lazimkanlah solat witir, wahai ahli Al-Quran"
(HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi)
Ditunaikan sekurang-kurangnya satu rakaat sebelum tidur
4. Solat Sunat Tahajjud (2 Rakaat)
Allah SWT berfirman,
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا ٧٩
Artinya:
"Dan dari sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu;
Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji"
(Qs. Al-Isra’: 79)
5. Solat Sunat Taubat (2 Rakaat)
Dari Ali k.w.j., bahawa Rasulullah SAW bersabda,
"Tidaklah seseorang melakukan perbuatan dosa
lalu dia bangun dan bersuci, kemudian mengerjakan solat,
dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah melainkan Allah akan memberikan Ampunan kepadanya"
(HR. At-Tirmidzi)
Manusia tidak pernah luput dari yang namanya dosa dalam sehari-harinya
Jika dihitung, jumlah rakaat solat-solat sunat adalah 17 rakaat,
Samaan dengan jumlah rakaat solat-solat wajib
Tujuan ditunaikan solat-solat sunat adalah untuk 'menambalnya'
bilamana ada kecacatan yang terjadi dalam solat-solat wajib yang kita kerjakan tersebut
Ibaratnya kain yang robek pu ditambal dengan serpihan kain yang sama,
begitupun dengan solat yang bocor akibat kelemahan dan kelalaian kita
yang 'ditambal' dengan solat-solat sunat
Semoga jadi tambahan ilmu yang bermanfaat dan dimanfaatkan
***
Referensi :
Rabu, 16 Januari 2013
http://uswahislam.blogspot.com/2013/01/5-shalat-sunnah-muakad-pilihan.html?m=1
*
Azab Meninggalkan Shalat Berjamaah
~*~ Azab Meninggalkan Shalat Berjamaah ~*~
Pada dasarnya, dan seharusnya umat islam itu
kalau shalat fardhu dianjurkan shalat berjamaah di masjid
Meski demikian, kita banyak yang melalaikan berjamaah ini
Sebenarnya shalat berjamaah itu hukumnya sunnah, sunnah muakad
Ada sebuah hadits yang membuat bulu kuduk merinding
Keshahihan hadits ini belumlah admin ketahui
Namun semoga dapat dijadikan peringatan
Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa mengabaikan shalat secara berjamaah, maka Allah SWT akan mengenakan 12 tindakan yang berbahaya kepadanya"
12 tindakan tersebut dibagi menjadi 4 bagian
Alam dunia, alam kubur, saat akan mati dan hari kiamat
3 tindakan yang dirasakan di alam dunia:
1. Allah SWT akan menghilangkan barokah dari usahanya dan rezekinya
2. Allah SWT akan mencabut nur orang mukmin
3. Dia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman
***
3 tindakan ketika hendak mati:
1. Roh dicabut dalam keadaan sangat haus
2. Dia akan merasa sangat pedih ketika ruh dicabut
3. Dia akan dirisaukan oleh hilangnya iman
***
3 tindakan ketika berada dalam alam kubur:
1. Dia akan merasa susah menjawab pertanyaan Malaikat Munkar Nakir
2. Kuburnya akan cukup gelap
3. Kuburnya akan menyempit, menghimpit
***
3 tindakan di hari kiamat:
1. Hisabnya akan menjadi sangat berat (akan dosa)
2. Allah SWT akan murka kepadanya
3. Allah SWT akan menyiksanya dengan api neraka
Itulah 12 tindakan yang sangat menyiksa batin
saya sendiri, sedih rasanya bila membacanya
Bagaimana tidak, aku sendiri juga jarang berjamaah shalat fardhu di masjid,
hanya pada waktu maghrib dan subuh saja yang sering
***
Referensi :
Jumat, September 21, 2012
http://uswahislam.blogspot.com/2012/09/azab-ketika-meninggalkan-shalat.html?m=1
*
Bacaan Pembuka Pintu Rezeki
~*~ Bacaan Pembuka Pintu Rezeki ~*~
Berikut ini ada 7 macam bacaan yang telah terbukti ma'bul
alias berhasil dilakukan oleh banyak orang
Tentu informasi ini datangnya dari mulut ke mulut.
Terutama adalah Surat Al-Waqiah,
pernah dilakukan oleh seorang pria dan di kota Kediri dan berhasil mendapatkan rezeki yang tidak diduganya.
7 Macam Bacaan Pembuka Pintu Rezeki yang Ampuh, diantaranya :
1. Memperbanyak Membaca "La hawla Wala Quwwata Illa billah"
"Barangsiapa yang lambat datang rezekinya
hendaklah banyak mengucapkan "La hawla Wala Quwwata Illa billah"
(HR. At Tabrani )
2. Membaca "La Ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin"
"Barangsiapa setiap hari membaca "La ilaha illallahul malikul haqqul mubin"
maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa takut dalam kubur"
(HR. Abu Nu’aim dan Ad Dailami)
3. Melanggengkan Bacaan Istighfar
"Barangsiapa melanggengkan beristighfar
niscaya Allah akan mengeluarkan dia dari segala kesusahan
dan memberikan rezeki dari arah yang tidak diduga-duga"
(HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah)
4. Membaca Surat Al-Ikhlas
"Barangsiapa mmbaca Surat Al Ikhlas ketika masuk rumah
maka berkah bacaan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya"
(HR. AtTabrani)
5. Membaca Surat Al-Waqiah
"Barangsiapa membaca surat AlWaqiah setiap malam,
maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup"
(HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab AlIman)
6. Memperbanyak Shalawat Atas Nabi
Ubay Bin Ka’ab meriwayatkan,
bila telah berlalu sepertiga malam,
Rasulullah Salallahu’alaih iwassalam berdiri seraya bersabda :
"Wahai Manusia Berdzikirlah Mengingat Allah,
berdzikirlah mengingat Allah
Akan datang tiupan (sangkakala kiamat) pertama,
kemudian diiringi tiupan kedua
Akan datang kematian dan segala kesulitan didalamnya"
7. Membaca Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil adziim
"…dari setiap kalimat itu seorang malaikat yang bertasbih kepada Allah SWT
sampai hari kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu"
(HR. Al-Mustagfiri dalam Ad-Da’awat)
Semoga jadi motivasi tambahan sebagai amalan harian kita semua
***
Referensi :
Kamis, 14 Februari 2013
http://uswahislam.blogspot.com/2013/02/7-macam-bacaan-pembuka-pintu-rezeki.html?m=1
*
Kesalahan Dalam Shalat
~*~ Kesalahan Dalam Shalat ~*~
Apa saja keslahan yang sering dilakukan dalam shalat,
mari kita simak artikel berikut ini untuk mengetahuinya lebih lanjut
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya yang petama kali akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah perkara shalat
Jika Shalatnya baik, maka baikpula seluruh amalan ibadah lainnya,
kemudian semua amalannya akan dihitung atas hal itu"
(HR. An Nasa’I : 463)
Banyak orang yang lalai dalam shalat, tanpa sengaja melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak diketahuinya,
yang mungkin bisa membuat amalan shalatnya tidak sempurna
1. Menunda–nunda Shalat dari waktu yang telah ditetapkan
Hal ini merupakan pelanggaran berdasarkan firman Allah SWT
? ????? ?????????? ??????? ?????
?????????????? ???????? ??????????
Artinya :
"Sesungguhnya shalat suatu kewajiban yang telah ditetepkan waktunya bagi orang-orang beriman"
(QS. An-Nisa : 103)
2. Tidak shalat berjamah di masjid bagi laki-laki
Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa yang mendengar panggilan (adzan) kemudian tidak menjawabnya (dengan mendatangi shalat berjamaah), kecuali uzur yang dibenarkan"
(HR. Ibnu Majah Shahih)
Dalam hadits bukhari dan Muslim disebutkan
"Lalu aku bangkit (setelah shalat dimulai) dan pergi menuju orang-orang yang tidak menghadiri shalat berjamaah,
kemudian aku akan membakar rumah-rumah mereka hingga rata dengan tanah"
3. Tidak tuma’minah dalam shalat
Makna tuma’minah adalah, seseorang yang melakukan shalat,
diam (tenang) dalam rukuk, i’tidal, sujud dan duduk diantara dua sujud
Dia harus ada pada posisi tersebut, dimana setiap ruas-ruas tulang
ditempatkan pada tempatnya yang sesuai
Tiak boleh terburu-buru di antara dua gerakan dalam shalat,
sampai dia seleasi tuma’ninah dalam posisi tertentu sesuai waktunya
Nabi SAW bersabda kepada seseorang yang tergegesa dalam shalatnya
tanpa memperlihatkan tuma;minah dengan benar,
"Ulangi shalatmu, sebab kamu belum melakukan shalat"
(HR.Bukhari)
4. Tidak khusu' dalam shalat, dan melakukan gerakan-gerakan yang berlebihan di dalamnya
Rasulallah SAW bersabda,
"Sesungguhnya, seseorang beranjak setelah mengerjakan shalatnya
dan tidak ditetapkan pahala untuknya
kecuali hanya sepersepuluh untuk shalatnya,
sepersembilan, seperdelapan, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga atau setangah darinya"
(HR. Abu Dawud, Shahih)
Mereka tidak mendapat pahala shalatnya dengan sempurna
disebabkan tidak adanya kekhusyu’an dalam hati
atau melakukan gerakan-gerakan yang melalaikan dalam shalat
5. Sengaja mendahului gerakan iman atau tidak mengikuti gerakan-gerakannya
Perbuatan ini dapat membatalkan shalat atau rakaat-rakaat
Merupakan suatu kewajiban bagi mukmin untuk mengikuti imam secara keseluruhan tanpa mendahuluinya
atau melambat-lambat-kan sesudahnya pada setiap rakaat shalat
Rasulallah SAW bersabda,
"Sesungguhnya dijadikan imam itu untuk diikuti keseluruhannya
Jika ia bertakbir maka bertakbirlah,
dan jangan bertakbir sampai imam bertakbir,
dan jika dia ruku’ maka ruku’lah dan jangan ruku’ sampai imam ruku’"
(HR. Bukhari)
6. Berdiri untuk melengkapi rakaat yang tertinggal sebelum imam menyelesaikan tasyahud akhir dengan mengucap salam ke kiri dan kekanan
Rasulullah SAW bersabda,
"Jangan mendahuluiku dalam ruku’, sujud
dan jangan pergi dari shalat (Al-Insiraf)"
Para ulama berpedapat bahwa Al-Insiraf, ada pada tasyahud akhir.
Seseorang yang mendahului imam harus tetap pada tempatnya
sampai imam menyelesaikan shalatnya (sempurna salamnya)
Baru setalah itu dia berdiri dan melengkapi rakaat yang tertinggal
7. Melafadzkan niat
Tidak ada keterangan dari nabi SAW maupun dari para sahabat
bahwa meraka pernah melafadzkan niat shalat
Ibnul Qayyim ra menyatakan dalam Zadul-Ma’ad,
"Ketika Nabi SAW berdiri untuk shalat beliau mengucapkan
"Allahu Akbar", dan tidak berkata apapun selain itu
Beliau (Nabi SAW) juga tidak melafalkan niatnya dengan keras
8. Membaca Al-Qur’an dalam ruku’ atau selama sujud
Hal ini dilarang, berdasarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas ra. bahwa, Nabi SAW bersabda,
"saya telah dilarang untuk membaca Al-Qur’an selama ruku’ atau dalam sujud"
(HR. Muslim)
9. Memandang ke atas selama shalat atau melihat ke kiri dan ke kanan tanpa alasan tertentu
Rasulullah SAW bersabda,
"Cegalah orang-orang itu untuk mengangkat pandangan keatas
atau biarkan pandangan mereka tidak kembali lagi"
(HR. Muslim)
10. Melihat ke sekeliling tanpa ada keperluan apapun
Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa ia berkata,
"Aku berkata kepada Rasulallah SAW tentang melihat ke sekeliling dalam shalat Nabi SAW menjawab,
"Itu adalah curian yang sengaja dibisikan setan pada umat dalam shalatnya"
(HR. Bukhari)
11. Seorang wanita yang tidak menutupi kepala dan kakinya dalam shalat
Sabda Rasulullah SAW,
"Allah tidak menerima shalat wanita yang sudah mencapai usia-haid,
kecuali jiak dia memakai jilbab (khimar)"
(HR. Ahmad)
12. Berjalan di depan orang yang shalat baik orang yang dilewati di hadapanya itu sebagai imam,
maupun sedang shalat sendirian dan melangkah (melewati) di antara orang selama khutbah shalat Jum’at
Rasulullah SAW bersabda,
"Jika orang yang melintas didepan orang yang sedang shalat mengetahui
betapa beratnya dosa baginya melakukan hal itu,
maka akan lebih baik baginya untuk menunggu dalam hitungan 40 tahun dari pada berjalan didepan orang shalat itu"
(HR. Bukhari dan Muslim)
Adapun lewat diantara shaf orang yang sedang shalat berjamaah,
maka hal itu diperbolehkan menurut jumhur bedasarkan hadits Ibnu Abbas ra :
"Saya datang dengan naik keledai, sedang saya pada waktu itu mendekati baligh"
Rasulullah SAW sedang shalat bersama orang-orang Mina menghadap kedinding
Maka saya lewat didepan sebagian shaf, lalu turun dan saya biarkan keledai saya,
maka saya masuk kedalam shaf dan tidak ada seorangpun yang mengingkari perbuatan saya"
(HR. Al-Jamaah)
Ibnu Abdil Barr berkata,
"Hadits Ibnu Abbas ini menjadi pengkhususan dari hadits Abu Sa’id yang berbunyi
“Jika salah seorang dari kalian shalat, jangan biarkan seseorangpun lewat didepannya"
(Fathul Bari: 1/572)
13. Tidak mengikuti imam (pada posisi yang sama)
ketika datang terlambat baik ketika imam sedang duduk atau sujud
Sikap yang dibenarkan bagi seseorang yang memasuki masjid adalah
segera mengikuti imam pada posisi bagaimanapun,
baik dia sedang sujud atau yang lainnya
14. Seseorang bermain dengan pakaian atau jam atau yang lainnya
Hal ini mengurangi kekhusyu’an Rasulallah SAW,
melarang mengusap krikil selama shalat, karna dapat merusak kekhusyu’an
Nabi SAW bersabda,
"Jika salah seorang dari kalian sedang shalat,
cegahlah ia untuk tidak menghapus krikil sehingga ampunan datang padanya"
(HR. Ahmad)
15. Menutup mata tanpa alasan
Hal ini makruh sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah,
"Menutup mata buka dari sunnah Rasulullah SAW"
Yang terbaik adalah, jika membuka mata tidak merusak kekhusyu’an shalat,
maka lebih baik melakukannya
Namun jika hiasan, ornament dan sebagainya disekitar orang yang shalat
atau antara dirinya dengan kiblat mengganggu konsentrasinya,
maka dipoerbolehkan menutup mata
Namun demikian pernyataan untuk melakukan hal itu dianjurkan (mustahab) pada kasus ini
Wallahu A’lam
16. Makan atau minum atau tertawa
Para ulama berkesimpulan orang yang shalat dilarang makan dan minum
Juga ada kesepakatan diantara mereka
bahwa jika seseorang melakukannya dengan sengaja
maka ia harus mengulang shalatnya
17. Mengeraskan suara hingga mengganggu orang-orang di sekitarnya
Ibnu Taimuiyah menyatakan,
"Siapapun yang membaca Al-Qur’an dan orang lain sedang shalat sunnah,
maka tidak dibenarkan baginya untuk membacanya dengan suara keras
karena akan mengganggu mereka
Sebab, Nabi SAW pernah meninggalkan sahabat-sahabat-nya
ketika mereka shalat ashar dan Beliau (Nabi SAW) bersabda,
“Hai manusia, setiap kalian mencari pertolongan dari Robb kalian
Namun demikian, jangan berlebihan satu sama lain dengan bacaan kalian"
18. Menyela di antara orang yang sedang shalat
Perbuatan ini terlarang, karena akan mengganggu
Orang yang hendak menunaikan shalat hendaknya shalat pada tempat yang ada
Namun jika ia melihat celah yang memungkinkan baginya untuk melintas dan tidak mengganggu,
maka hal ini di perbolehkan
Larangan ini lebih ditekankan pada jama’ah shalat
Jum’at, hal ini betul-betul dilarang
Nabi SAW bersabda tentang mereka yang melintasi batas shalat,
"Duduklah! Kamu mengganggu dan terlambat datang"
19. Tidak meluruskan shaf
Nabi SAW bersabda,
"Luruskan shafmu, sesungguhnya meluruskan shaf adalah bagian dari mendirikan shalat yang benar"
(HR. Bukhari dan Muslim).
20. Mengangkat kaki dalam sujud
Hal ini bertentangan dengan yang diperintahkan sebagaimana diriwayatkan dalam dua hadits shahih dari Ibnu Abbas ra
"Nabi SAW telah memerintah bersujud dengan tujuh anggota tubuh dan tidak mengangkat rambut atau dahi (termasuk hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua telapak kaki"
Jadi seseorang yang shalat (dalam sujud),
harus dengan dua telapak kaki menyentuk lantai dan menggerakan jari-jari kaki menghadap kiblat
Tiap bagian kaki haris menyentuk lantai
Jika diangkat salah satu dari kakinya, sujudnya tidak benar
Sepanjang dia lakukan itu dalam sujud
21. Meletakkan tangan kiri di atas tangan kanan dan memposisikannya di leher
Hal ini berlawanan dengan sunnah karena Nabi SAW meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri
dan meletakkan keduanya di dada beliau
Ini hadits hasan dari beberapa sumber yang lemah di dalamya
Tapi dalam hubungannya saling menguatkan di antara satu dengan lainnya
22. Tidak berhati-hati untuk melakukan sujud dengan tujuh anggota tubuh
(seperti dengan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutuk dan jari-jari kedua telapak kaki)
Rasulallah SAW bersabda,
"Jika seorang hamba sujud, maka tujuh anggota tubuh harus ikut sujud bersamanya:
wajah, kedua telapak tangan kedua lutut dan kedua kaki"
(HR. Muslim)
23. Menyembunyikan persendian tulang dalam shalat
Ini adalah perbuatan yang tidak dibenarkan dalam shalat
Hal ini didasarkan pad sebuah hadits dengan sanad yang baik dari Shu’bah budak Ibnu Abbas yang berkata,
“Aku shalat di samping Ibnu Abbas dan aku menyembunyikan persedianku”
Selesai shalat di berkata,
“Sesungguhnya kamu kehilangan ibumu!
karena menyembunyikan persendian ketika kamu shalat!"
24. Membunyikan dan mempermainkan antar jari-jari (tasbik) selama dan sebelum shalat
Rasulallah SAW bersabda,
"Jika salah seorang dari kalian wudhu dan pergi kemasjid untuk shalat,
cegahlah dia memainkan tangannya karena (waktu itu)
ia sudah termasuk waktu shalat"
(HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi)
25. Menjadikan seseorang sebagai imam, padahal tidak pantas, dan ada orang lain yang lebih berhak
Merupakan hal yang penting, bahwa seorang imam harus memiliki pemahaman tentang agama dan mampu membaca Al-Qur’an dengan benar
Sebagaimana sabda Nabi SAW,
"Imam bagi manusia adalah yang paling baik membaca Al-Qur’an"
(HR. Muslim)
26. Wanita masuk ke masjid dengan
mempercantik diri atau memakai harum-haruman
Nabi SAW bersabda,
"Jangan biarkan perempuan yang berbau harum menghadiri shalat isya bersama kita"
(HR. Muslim)
27. Shalat dengan pakaian yang bergambar,
apalagi gambar makhluk bernyawa
Termasuk pakaian yang terdapat tulisan atau sesuatu yang bisa merusak konsentrasi orang yang shalat di belakangnya
28. Shalat dengan sarung, gamis dan celana musbil (melebihi mata kaki)
Banyak hadits rasulallah SAW yang meyebutkan larangan berbuat isbal diantaranya
A. Rasulallah SAW bersabda :
"sesungguhnya Allah tidak menerima shalat seseorang lelaki yang memakai sarung dengan cara musbil"
(HR. Abu Dawud (1/172 no. 638)
B. Rasulallah SAW bersabda :
"Allah SWT tidak (akan) melihat shalat seseorang yang mengeluarkan sarungnya sampai ke bawah (musbil) dengan perasaan sombong"
(Shahih Ibnu Khuzaimah 1/382)
C. Rasulallah SAW bersabda :
"Sarung yang melebihi kedua mata kaki, maka pelakunya di dalam neraka"
(HR.Bukhari : 5887)
29. Shalat di atas pemakaman atau menghadapnya
Rasulallah SAW bersabda,
"Jangan kalian menjadikan kuburan sebagai masjid
Karena sesungguhnya aku telah melarang kalian melakukan hal itu"
(HR. Muslim : 532)
30. Shalat tidak menghadap ke arah sutrah (pembatas).
Nabi SAW melarang perbuatan tersebut seraya bersabda :
"Apabila salah seorang diantara kalian shalat menghadap sutrah,
hendaklah ia mendekati sutrahnya sehingga setan tidak dapat memutus shalatnya"
(Shahih Al-Jami’ : 650)
Semoga Bermanfaat
***
Referensi :
Rangkuman Syaikh Muhammad Jibrin dan AL Qaulu Mubin fi Akhtaii Muallin
Syaikh Mansyur Hasan Salman
Terbitan Al Amin
http://artikelassunnah.blogspot.com/2010/02/30-kesalahan-dalam-shalat.html?m=1
*
Waktu Yang Istimewa Untuk Berdoa
~*~ Waktu Yang Istimewa Untuk Berdoa ~*~
Assalamu'alaikum sobat-sobat se-tanah Air
Sebagaimana yang telah ditetapkan,
baik itu dalam kitab suci Al-Qur'an, hadits Nabi, dan ijma' para ulama,
bahwasanya do'a itu mempunyai waktu-waktu yang istimewa
Kapan saja itu, bisa disimak baik-baik di bawah ini
1. Malam Lailatul Qadar
Hal ini sebagaiman disebutkan dalam Al Qur'an Surat Al-Qadar ayat 3
Allah SWT berfirman,
َيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya :
"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan"
(QS. Al-Qadar[97]: 3)
2. Berdoa di hari Arafah
Rasulullah SAW bersabda,
"Sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan di hari Arafah"
(HR. Tirmidzi)
3. Bulan Ramadhan
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa apabila ia berdoa ketika berbuka, maka doanya tidak akan ditolak"
(HR. Al-Bukhari)
4. Hari Jumat atau malam Jumat, atau waktu-waktu sepanjang hari Jumat
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya di hari Jumat terdapat waktu,
dimana kalau orang berdoa di waktu itu, akan dikabulkan"
(HR. At-Tirmidzi)
Mengenai dikabulkannya doa di hari Jumat,
banyak sekali riwayat-riwayat yang menjelaskan hal itu,
bahkan dalam sabda yang lain, Rasulullah SAW bersabda,
"Waktu itu terletak antara duduknya Imam setelah khutbah (pertama),
hingga dikumandangkannya (iqamah) untuk pelaksanaan shalat"
5. Di Pertengahan malam terakhir
Abi Umamah ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya,
"Wahai Rasulullah, di waktu manakah doa didengarkan?"
Rasulullah SAW menjawab,
"Di pertengahan malam"
6. Waktu sahur, yaitu bagian terakhir dari malam
Allah SWT berfirman,
ل الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالأسْحَارِ
Artinya:
"(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar,
yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah),
dan yang memohon ampun di waktu sahur[1]."
(QS. Ali Imran[3]: 17).
Maksudnya, waktu sebelum fajar menyingsing mendekati subuh
7. Ketika azan dikumandangkan
Sebagaimana dikatakan oleh Sahl bin Sa'ad ra,
ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Dua waktu doa yang apabila kita berdoa di waktu itu,
maka tidak akan ditolak oleh Allah, yaitu
diwaktu azan berkumandang dan ketika kesusahan mendera silih berganti"
(ABu Dawud menambahkan, Ketika hujan turun)
8. Antara Azan dan Iqamah
Sebagaimana dikatakan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi dari Anas ra,
ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
"Tidak ditolak doa di antara azan dan iqamah"
Kemudian kami berkata,
"Apa yang harus kami panjatkan, wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab,
"Mintalah kepada Allah keselamatan di dunia dan di akhirat"
9. Ketika Iqamah
Sebagaimana dikatakan oleh Ahmad Jabir ra, ia berkata,
"Apabila shalat hendak dilakukan, maka pintu-pintu langit terbuka dan doa dikabulkan"
10. Setelah shalat wajib
Dari Abu Umamah ra, dia menuturkan,
ada seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW,
"Kapankah doa yang paling didengar olah Allah SWT?"
Rasulullah SAW menjawab,
"Di tengah malam dan setelah shalat-shalat fardhu"
11. Di waktu Sujud
Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Paling dekatnya hamba dengan Tuhannya adalah ketika dia bersujud,
maka perbanyaklah berdoa"
12. Ketika sedang membaca al-Qur'an,
apabila sudah mengkhatamkan bacaan
Diriwayatkan dari Imran bin Khasin ra,
ia melewati seseorang yang sedang membaca al-Qur'an,
kemudian dia memintanya berdoa,
dan mengulanginya lagi permintaannya seraya mengatakan,
"Siapa yang membaca al-Qur'an maka mohonlah kepada Allah
karena sesungguhnya akan datang segolongan manusia yang membaca al-Qur'an
dan orang-orang meminta didoakan dengannya"
(HR. At-Tirmidzi)
13. Ketika Imam selesai membaca Surat Al-Fatihah
Sebagaiman sabdanya,
"Apabila imam mengatakan,
"Ghairil maghdubi 'alaihim waladh dhallin,"
maka katakanlah, "Amin",
niscaya Allah akan mencintai kalian
14. Ketika meminum air Zam Zam
Diriwayatkan oleh Daruquthni dan Hakim dari hadits Ibnu Abbas ra,
ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
"Air zam zam berkhasiat sesuai dengan keinginan peminumnya,
apabila engkau meminumnya dengan harapan meminta kesembuhan,
maka Allah akan menyembuhkannya,
apabila engkau meminumnya dengan harapan untuk mengenyangkan,
maka Allah akan mengenyangkanmu,
apabila engkau meminumnya untuk menghilangkan dahaga yang engkau rasakan,
maka Allah akan menghilangkan dahagamu"
Al-Hakim menambahkan, apabila engkau meminum Air Zamzam,
maka berdoalah sebagai berikut,
"Allahumma inni as'aluka 'ilman naf'an
wa rizqan wasi'an wa syifa'an min kulli da'in"
Artinya:
"Ya Allah, aku meminta kepadamu ilmu yang bermanfaat,
rezeki yang luas dan kesembuhan dari berbagai penyakit"
15. Ketika berkumplnya umat Islam di majelis dzikir
Rasulullah Muhammad SAW bersabda,
"Tidaklah duduk segolongan kaum yang berzikir kepada Allah
kecuali mereka dikelilingi malaikat,
dicurahkan kepada mereka rahmat,
dan diturunkan kepada mereka ketenangan
dan Allah akan mencatat orang-orang yang ada di dalamnya"
Itulah waktu-waktu yang paling mustajab untuk berdoa
dan Insya Allah akan dikabulkan
Sekian, wassalamu'alaikum semuanya
***
Referensi :
Jumat, 31 Mei 2013
http://uswahislam.blogspot.com/2013/05/15-waktu-yang-istimewa-untuk-berdoa.html?m=1
*
Minggu, 15 Desember 2013
Batasan Aurat Sesama Wanita
~*~ Batasan Aurat Antara Sesama Wanita ~*~
Syaikh hafizhahullah, kami mendengar bahwa batasan aurat antara sesama wanita adalah dari pusar hingga lutut,
Benarkah demikian?
Kami sering melihat wanita-wanita yang datang ke tempat-tempat resepsi dengan mengenakan gaun-gaun pendek dan transparan atau berbelah hingga tampak betisnya
Atau mengenakan gaun yang tidak berlengan dan yang menampakkan sebagian dada atau punggungnya
Sehingga penampilan wanita-wanita muslimah itu persis seperti para selebritis di negara-negara kafir atau artis-artis film yang biasa tampil di televisi
Jika kita larang, mereka akan membantah,
"Gaun seperti ini boleh-boleh saja sebab aurat antara sesama wanita adalah dari pusar hingga lutut"
Hingga rasa malupun sudah tidak ada lagi, menyerupai wanita-wanita kafir dan sifat nyinyir sudah melanda kaum wanita, akibatnya kondisipun semakin parah
Berilah kami jawaban semoga Allah membalas Anda dengan pahala kebaikan
Berikut jawabannya :
Alhamdulillah, sesungguhnya seluruh tubuh wanita adalah aurat bagi lelaki yang bukan mahramnya
Ia tidak boleh menampakkan diri di hadapan kaum lelaki meskipun tubuhnya ditutupi dengan pakaian jika dengan melihat sosoknya dan cara berjalannya dapat menimbulkan fitnah
Adapun yang disebutkan dalam soal bahwa batasan aurat antara sesama wanita adalah dari pusar hingga lutut, hal itu berlaku dalam kondisi khusus, yaitu jika ia berada di rumahnya di tengah saudara-saudara wanitanya dan karib kerabat wanita yang tinggal di rumahnya
Meskipun pada dasarnya ia wajib menutup seluruh tubuhnya agar para wanita lainnya tidak mengikuti dan menyebarkan kebiasaan yang jelek itu kepada yang lainnya (kebiasaan membuka aurat)
Begitu pula ia wajib menutup anggota-anggota tubuhnya yang menarik di hadapan mahramnya dan di hadapan wanita-wanita asing, agar dia tidak menjadi bahan pembicaraan disebabkan sebagian mahram atau wanita-wanita asing itu menceritakan hal tersebut kepada orang lain
Dalam hadits Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:
“Janganlah seorang wanita menceritakan seluk-beluk wanita lain di hadapan suaminya hingga seolah-olah suaminya itu melihatnya dengan mata kepala”
Maksudnya, jika ia menampakkan anggota-anggota tubuh yang menarik, seperti dada, lengan, perut, punggung, bahu, leher dan betisnya, maka siapa saja yang melihat pasti terlintas dalam pikirannya hal itu
Biasanya kaum wanita suka menceritakan apa yang mereka lihat dari wanita lain kepada keluarga mereka yang laki-laki ataupun perempuan
Mereka akan menceritakan hal tersebut kepada lelaki-lelaki asing yang membangkitkan ketertarikan mereka kepada wanita tersebut
Hal itu tentu saja membuat jiwa-jiwa yang buruk terkait dengannya
Oleh sebab itu, ia wajib menutup anggota-anggota tubuh yang menarik, seperti dada, punggung, lengan, betis dan lainnya meskipun di hadapan mahram dan kaum wanita
Lebih-lebih lagi di tempat-tempat keramaian, tempat-tempat pesta, resepsi, di rumah sakit-rumah sakit, sekolah-sekolah meskipun disekelilingnya hanya kaum wanita
Kadangkala tanpa sengaja pandangan kaum pria dan anak-anak usia puber tertumbuk pada mereka
Kadangkala pula tanpa sengaja mereka terfoto dalam keadaan terbuka auratnya hingga dapat menimbulkan fitnah bagi yang melihatnya
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam telah mengancam dengan keras kaum wanita yang mengenakan pakaian tipis dan sempit dalam sabdanya:
“Dua kelompok manusia yang termasuk penghuni neraka, Salah satunya: Wanita-wanita yang berbusana tetapi pada hakikatnya telanjang, berjalan berlenggak-lenggok menarik perhatian manusia, kepala-kepala mereka laksana punuk unta, mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak mencium aromanya”
Makna kaasiyaat 'aariyaat (memakai busana tapi sebenarnya telanjang) adalah memakai busana yang transparan dan sempit hingga membentuk lekuk-lekuk tubuh mereka dan terdapat celah yang menampakkan dada dan payudara serta anggota-anggota tubuh yang menarik
Termasuk juga menampakkan diri di pesta-pesta dan tempat-tempat keramaian umum
Wallahu a'lam
***
Referensi :
Dinukil dari fatwa Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
Prince of Jihad
Rabu, 3 Desember 2008 07:55:00
http://m.arrahmah.com/read/2008/12/03/2686batasan_aurat_antara_sesama_wanita.html
*
Haruskah Aku Jujur Keperawananku Hilang Saat Akan Menikah
~*~ Haruskah Jujur ~*~
Apakah seorang wanita harus memberitahu calon pelamarnya, bahwa keperawananya telah hilang?
Saif Al Battar – Kamis, 31 Maret 2011 10:17:04
Seorang teman perempuan saya mencintai seorang pemuda ketika dia berusia 13 tahun
Laki-laki itu berusia sepuluh tahun lebih tua darinya
Sang wanita siap melakukan apa saja demi sang laki-laki
Hingga dia melupakan zikir kepada Allah, walaupun dia berasal dari keluarga agamis
Baginya, sang laki-laki tersebut adalah segala-galanya
Kalau dia shalat, maka doanya tak lain agar sang laki-laki itu menikahinya dan tidak ada yang dia lakukan kecuali untuknya
Hingga akhirnya dia berzina dengannya
Akan tetapi ketika itu dia masih kecil, sehingga dia tidak tahu apa yang dia lakukan
Lalu dia mendatangi dokter yang dia kenal, maka sang dokter mendapatkan bahwa selaput daranya telah berlobang kecil
Ketika itu, teman saya mulai menyesal dan minta ampun kepada Allah serta shalat
Sementara sang pemuda tersebut ternyata meninggalkannya karena ada gadis yang lain
Sekian lama kemudian, ketika sang gadis telah masuk dunia perguruan tinggi, ada seorang pemuda saleh yang datang melamarnya
Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan
Maka dia datangi dokter yang lain
Dia sangat kaget ketika sang dokter menyatakan bahwa dia wajib menjahit selaput daranya yang robek
Setelah dia menyetujui lamaran tersebut, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan
Apakah meninggalkan orang yang melamar tersebut dan yang telah dia cintai, atau dia melakukan jahitan, atau apa yang harus diperbuat?
Mohon penjelasannya
Dan jawabannya adalah...
Alhamdulillah…
Sesungguhnya nestapa ini bukan yang pertama terjadi, dan bukan pula yang terakhir
Fitnah syahwat yang paling besar adalah laki-laki yang terkena fitnah wanita dan wanita yang terkena fitnah laki-laki
Syaikhul Islam Ibnu Taimiah, rahimahullah, berkata,
“Bercampurnya dua jenis manusia ini merupakan sebab fitnah. Seorang laki-laki yang bercampur baur dengan wanita, ibarat bercampurnya api dengan kayu bakar”
Al-Istiqomah 1/361
Demikianlah halnya api, dia membuat keduanya menyala, kemudian sang laki-laki meninggalkan setelah merenggutnya dan mencari wanita selainnya
Kejadian yang selalu berulang-ulang
Sang laki-laki menariknya pelan-pelan, kemudian merenggut kegadisannya,
Setelah itu dia tinggalkan dan mencari wanita lain sebagai isteri dan keluarganya yang dia merasa ama kepadanya
Akan tetapi siapa yang menyadari pelajaran ini dan mengetahui hakekat tipu daya sebelum segala sesuatunya terlambat
Sebelum menyesal dan sebelum tidak berguna lagi penyesalan
Kami mohon kepada Allah agar dia bertaubat dan bagi siapa saja yang telah bermaksiat, serta dapat belajar dari pelajaran yang keras dan pahit tersebut
Bagaimana jika Allah menghendaki hamba-Nya mendapatkan petunjuk dan istiqomah, sedangkan setan dan para pendukungnya menghendaki kesesatan dan penyimpangan
Allah Ta'ala berfirman,
??????? ??????? ??????????? ?????? ?????????????? ?????? ????????? ???? ?????????? ????????? ?????????? ????????? ??????? ??????? *
????????? ??????? ???? ??????? ?????????? ????????? ????????? ???????????? ???????????? ???? ????????? ?????? ???????? *
??????? ??????? ???? ????????? ???????? ???????? ???????????? ????????
Artinya:
“Allah hendak menerangkan (hukum syari'at-Nya) kepadamu, dan menunjukmu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para Nabi dan shalihin) dan (hendak) menerima taubatmu. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran)”
(QS. An-Nisa : 26-28)
Sekarang, yang terjadi telah terjadi
Maka kewajiban yang paling utama bagi saudara anda sekaligus menjadi haknya yang paling utama atas anda adalah membantunya untuk bertaubat dengan sebenarnya (taubatan nasuha) serta menyesali apa yang telah dilakukan dan menyadari bagaimana pengaruh setan dalam menyesatkannya
Semoga Allah menerima taubatnya dan menutup aibnya dengan serapat-serapatnya
Adapun mengenai lamarannya, hendaknya dia meneruskannya selama yang dia harap adalah pemuda yang baik dan saleh
Dia tidak perlu menjahit selaput daranya yang hilang akibat perbuatan zina, karena itu termasuk penipuan
Tapi juga dia tidak perlu membuka aib dirinya
Tetapi tetap saja meneruskan rencana tersebut sesuai kehendak Allah
Semoga Allah menutup aib yang ada padanya
Jika sang suami tidak menyadari hal tersebut setelah pernikahan dan Allah menutup semua rahasia anda, maka teruskan pernikahan apa adanya
Tapi jika ternyata sang suami mengetahui permasalahan tersebut, maka mungkin anda memberikan isyarat bahwa kegadisannya hilang akibat kecelakaan, atau semacamnya dengan bahasa isyarat
Karena sering terjadi kegadisan seseorang dapat hilang dengan kejadian semacam itu
Semoga, jika dia telah berusaha, sang suami menutup aibnya
Apabila hal tersebut tidak mungkin dan sang suami telah mengetahui bahwa kegadisannya telah hilang, maka sang suami boleh membatalkan pernikahannya jika dia menginginkan hal tersebut serta minta dikembalikan apa yang telah dia berikan kepada isterinya tersebut, baik mahar atau biaya perkawinan
Semoga dengan dibatalkannya pernikahan tersebut, walau setelah pernikahan yang sesaat, lebih baik baginya dan lebih menutup aibnya
Sebab setelah itu, dia akan tergolong sebagai janda
Dan jika dia menikah lagi setelah itu, dia dapat menikah sebagaimana seorang janda
Semoga Allah memberi taufik dan hidayah ke jalan yang lurus
Kepada kita semua
Aamiin…
***
Referensi :
http://m.arrahmah.com/read/2011/03/31/11682-apakah-seorang-wanita-harus-memberitahu-calon-pelamarnya-bahwa-keperawanany.html
*
Langganan:
Postingan (Atom)













